Unduh Surat
Disini anda dapat mengunduh laporan pemantauan harian berpotensi kejadian Krisis Kesehatan tanggal 14 Oktober 2025 Lihat Laporan Pemantauan Harian Pusat Krisis Kesehatan 14 Oktober 2025
Disini anda dapat mengunduh laporan pemantauan harian berpotensi kejadian Krisis Kesehatan tanggal 13 Oktober 2025 Lihat Laporan Pemantauan Harian Pusat Krisis Kesehatan 13 Oktober 2025
Cikarang, 8–10 Oktober 2025 — Sebagai bagian dari langkah strategis dalam perencanaan dan pengelolaan anggaran tahun depan, Biro Umum Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyelenggarakan Konsolidasi Penyusunan dan Penelitian RKA-K/L Alokasi Anggaran Tahun Anggaran 2026 di Balai Pelatihan Kesehatan Cikarang, Kabupaten Bekasi.Peran Strategis Biro Umum dalam Perencanaan AnggaranBerdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2024, Biro Umum memiliki tugas melaksanakan urusan ketatausahaan Sekretaris Jenderal, pengelolaan kerumahtanggaan, dan kearsipan kementerian. Dalam pelaksanaannya, Biro Umum berperan strategis dalam memastikan kelancaran administrasi, konsolidasi, serta fasilitasi pelaksanaan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal.Forum konsolidasi ini menjadi bagian penting dari tanggung jawab Biro Umum untuk mendukung keselarasan RKA-K/L melalui proses perencanaan, penelitian, dan reviu anggaran secara menyeluruh dan tepat waktu.Arah dan Harapan Kepala Biro UmumDalam sambutannya, Kepala Biro Umum, Sjamsul Ariffin, SKM, M.Epid, menegaskan pentingnya forum ini sebagai wadah strategis dalam memperkuat koordinasi antarunit dan memastikan proses penyusunan RKA-K/L berjalan efektif serta sesuai ketentuan yang berlaku.“Saya mengajak seluruh peserta untuk aktif, konstruktif, dan berorientasi pada perbaikan. Dokumen RKA-K/L TA 2026 harus tersusun dan diteliti dengan baik agar siap disampaikan tepat waktu kepada Kementerian Keuangan dan Bappenas,” ujar Sjamsul Ariffin dalam arahannya.Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada para narasumber dan tim kerja atas partisipasi aktif serta komitmennya dalam mendukung proses perencanaan anggaran yang transparan, akuntabel, dan selaras dengan regulasi nasional.Sinergi dan Kepatuhan RegulasiKegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh peserta untuk menyamakan persepsi, mengintegrasikan langkah strategis, serta memperkuat sinergi antarunit dalam rangka mendukung tata kelola keuangan negara yang efektif. Forum ini diharapkan dapat menghasilkan dokumen perencanaan anggaran yang akurat, tepat sasaran, dan berdampak pada peningkatan kinerja Sekretariat Jenderal Kemenkes.
Puji Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga Buku Pelaksanaan Misi Kemanusiaan Indonesia Emergency Medical Team (INA - EMT) Dalam Rangka Bantuan Pemerintah Indonesia Kepada Pemerintah Myanmar Dalam Penanganan Bencana Gempa Bumi dapat diselesaikan. Buku ini bertujuan untuk memberikan bantuan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat terdampak bencana gempa bumi, khususnya di Kota Nay Pyi Taw, Myanmar. Hal ini sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Indonesia kepada Pemerintah Myanmar dalam menjaga hubungan baik Bilateral antar Negara.Anggota INA - EMT ini bersal dari berbagai unsur yaitu Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, TNI, POLRI, Organisasi Profesi, dan LSM/NGO. INA - EMT bertugas selama 15 hari mulai tanggal 7 April - 21 April 2025, Kota Nay Pyi Taw, Myanmar. Selama bertugas, INA - EMT memberikan pelayanan medis kepada masyarakat terdampak bencana gempa bumi.Akhirnya kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif membantu dalam penugasan dan penyelesaian buku ini. Semoga buku ini dapat digunakan sebagai acuan dalam penugasan pelayanan kesehatan di lokasi bencana gempa bumi.Video Pelapasan Misi Kemanusiaan TCK-EMT Indonesia dalam Gempa Bumi Myanmar