Kemenkes CorpU Gelar Webinar Checkpoint dan Monitoring-Evaluasi Program Buddy untuk CPNS 2025

Jakarta, Agustus 2025 — Kementerian Kesehatan melalui Corporate University (Kemenkes CorpU) menyelenggarakan Webinar Checkpoint dan Monitoring-Evaluasi (Monev) Program Buddy bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2025. Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari upaya memastikan efektivitas proses onboarding serta mendampingi adaptasi CPNS selama masa orientasi. Webinar dilaksanakan pada minggu ke-8 sejak CPNS mulai bertugas, dan menjadi bagian dari strategi penguatan pembelajaran berbasis pengalaman di lingkungan Kementerian Kesehatan.Sejak awal penempatan kerja, setiap CPNS didampingi oleh seorang buddy, yaitu pegawai senior yang ditunjuk untuk memberikan bimbingan, dukungan moral, serta menjadi rekan diskusi dan refleksi dalam menjalani tugas awal. Program ini bertujuan menciptakan lingkungan kerja yang kolaboratif, adaptif, dan suportif.Sejak diluncurkan dua bulan lalu, Program Buddy telah melibatkan lebih dari 1.500 pasangan buddy–CPNS yang tersebar di unit kerja pusat, daerah, rumah sakit vertikal, dan Poltekkes. Pelaksanaan webinar bertujuan untuk: Melihat progres dan pengalaman CPNS dalam menjalani masa adaptasi; Mendengarkan pengalaman langsung dari buddy dan CPNS mengenai tantangan yang dihadapi serta praktik baik yang telah dilakukan atau ditemukan selama pelaksanaan program; Mengidentifikasi area perbaikan dan inovasi dalam penguatan Program Buddy ke depan. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa mayoritas CPNS merasa terbantu secara emosional dan teknis berkat keberadaan buddy. Peran buddy dinilai krusial dalam mempercepat pemahaman terhadap alur kerja dan budaya organisasi, bahkan beberapa di antaranya telah berperan sebagai mentor bagi CPNS.Meskipun demikian, diperlukan penguatan kapasitas para buddy agar proses pendampingan dapat dilakukan secara lebih sistematis. Selain itu, peserta juga mengusulkan perlunya panduan refleksi dan checkpoint berkala yang terintegrasi dalam sistem digital pembelajaran.Pusat Pengembangan Kompetensi Aparatur (P2KA) menegaskan bahwa Program Buddy tidak hanya merupakan program penyambutan CPNS semata, melainkan bagian dari ekosistem pembelajaran berkelanjutan di Kementerian Kesehatan.Sebagai tindak lanjut, Kemenkes CorpU akan menyusun modul pelatihan khusus bagi para buddy, mengembangkan template checkpoint reflektif yang seragam, serta memperkuat sistem pelaporan berbasis platform digital pembelajaran.#KemenkesCorpU #P2KA #BuddyCPNS #ASNBelajar

Bibliobattle Saka Bakti Husada 2025: Bersahabat dengan Buku, Sehatkan Jiwa Ragamu

Jakarta, 19 Juli 2025 — Untuk memperingati 40 tahun kiprah Saka Bakti Husada (SBH), Perpustakaan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Direktorat Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas menggelar kegiatan literasi interaktif bertajuk Bibliobattle Saka Bakti Husada Tahun 2025. Acara ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti dengan antusias oleh anggota SBH dari berbagai wilayah di Indonesia.Dengan mengusung tema “Bersahabat dengan Buku, Sehatkan Jiwa Ragamu”, Bibliobattle hadir sebagai ruang berbagi dan dialog yang mendorong generasi muda untuk menyelami makna kesehatan, baik jasmani maupun mental, melalui bacaan bermakna. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya literasi kesehatan, sejalan dengan semangat SBH dalam mencetak kader-kader kesehatan yang tangguh dan berpengetahuan luas.Acara dibuka oleh MC Audi Rahmantio, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan doa bersama. Dalam sambutannya, Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas yang diwakili Theresia Rabbina penanggung jawab SBH 2025, menegaskan bahwa SBH merupakan satuan karya pramuka yang berperan penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat. “Melalui literasi, anggota SBH tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga menguatkan nilai-nilai empati, peduli, dan sadar diri terhadap pentingnya kesehatan,” ujarnya.Sementara itu, Giri Inayah, Ketua Tim Kerja Perpustakaan Kemenkes RI, turut memperkenalkan konsep Bibliobattle dan menyampaikan harapan agar kegiatan ini terus menjadi wadah ekspresi positif bagi anggota muda SBH di seluruh Indonesia.Tiga peserta terpilih dari berbagai daerah tampil membawakan buku pilihan mereka yang sarat makna dan relevansi dengan kehidupan sehari-hari.Peserta pertama, Dita Putri Rimba P. dari SBH Puskesmas Tanah Kali Kedinding, membahas buku "Tentang Tubuhmu" karya dr. Gia Pratama. Dalam presentasinya, Dita mengajak audiens untuk mulai menyadari bahwa tubuh memiliki cara tersendiri dalam menyampaikan pesan. Rasa lelah, nyeri, hingga pusing bukanlah musuh yang harus segera dibungkam dengan obat, melainkan sinyal yang meminta kita untuk lebih peduli. Dita menekankan pentingnya merawat tubuh melalui tidur yang cukup, makan bergizi, serta olahraga teratur. “Tubuh bukan milik kita selamanya, tapi milik kita untuk dijaga sebaik-baiknya,” ungkapnya dengan penuh refleksi.Berikutnya, Fadly Fathurrahman dari SBH Puskesmas Bojonggambir mengulas novel "Egosentris" karya Syahid Muhammad. Lewat karakter-karakter yang kompleks dan emosional, Fadly memotret persoalan kesehatan mental pada remaja—seperti trauma masa kecil, luka batin, dan pencarian jati diri. Ia menggarisbawahi pentingnya memiliki ruang aman untuk berbagi cerita, serta mengajak peserta untuk mulai mengakui bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. “Dalam tubuh yang sehat, harus tumbuh jiwa yang kuat,” katanya mengutip pepatah Latin.Penampilan terakhir disampaikan oleh Ghita Liyana dari SBH Puskesmas Jatirokeh dengan membawakan buku "Tulisan Sastra" karya TenderLova. Ghita membagikan kisah emosional tentang keluarga yang harus menghadapi kepergian salah satu anak akibat kecelakaan, serta dampak kesehatan akibat kebiasaan merokok sang ayah. Ia menyentuh audiens dengan pesan bahwa kesedihan dan kehilangan adalah hal manusiawi, namun kemampuan mengelola emosi adalah kunci menjaga kesehatan mental di tengah badai kehidupan. “Rokok bisa merenggut nyawa, dan kesedihan yang tak terkelola pun bisa melukai lebih dalam,” tuturnya.Setelah seluruh peserta menyampaikan pemaparan dan kesan terhadap acara, dilakukan voting peserta favorit secara real-time melalui tautan digital. Dari total 190 pemilih, Ghita Liyana terpilih sebagai peserta favorit Bibliobattle 2025 dan menyampaikan rasa syukurnya telah dapat mewakili SBH Puskesmas Jatirokeh.Kegiatan ditutup dengan semangat positif dan harapan besar bahwa literasi tidak berhenti pada membaca buku semata, tetapi menjadi bagian dari perjalanan menjadi pribadi yang lebih sadar, sehat, dan tangguh. Bibliobattle bukan hanya ajang kompetisi, tetapi ruang pertumbuhan bersama—untuk belajar memahami, merasakan, dan berbagi melalui kekuatan kata dan cerita.#SBH40Tahun #Bibliobattle2025 #LiterasiSehat #PerpustakaanKemenkesRIBerita ini disiarkan melalui Perpustakaan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Informasi lebih lanjut hubungi kami di Instagram @perpustakaankemenkes

Membangun Masa Depan Karier yang Bermakna: Nasihat untuk ASN Muda Kemenkes

 “Karier bukan sekadar soal jabatan atau gaji, tetapi tentang bagaimana kita menjalani amanah, membangun makna, dan memberi dampak yang nyata.”Dalam perjalanan karier, setiap langkah yang kita ambil bukan hanya tentang pencapaian pribadi atau posisi jabatan. Lebih dari itu, karier adalah ladang amal, arena pengabdian, dan sarana mewujudkan nilai-nilai luhur yang akan meninggalkan jejak kebermanfaatan bagi sesama. Bagi ASN muda Kemenkes, membangun masa depan karier yang bermakna adalah tantangan sekaligus panggilan mulia yang harus dijalani dengan kesadaran penuh akan tanggung jawab dan amanah.Di era yang penuh dinamika dan perubahan cepat ini, karier bukan lagi sekadar tentang bertahan dan mencapai jenjang tertentu, melainkan bagaimana setiap insan mampu menjadikan pekerjaannya sebagai sarana memperbaiki diri dan memberi manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Karier yang bermakna adalah puncak yang menggabungkan prestasi profesional dengan integritas spiritual—sebuah sinergi antara amal dunia dan akhirat.Namun, untuk mencapai puncak itu, para ASN muda di lingkungan Kementerian Kesehatan perlu memahami bahwa karier yang bermakna tidak hadir secara instan. Ia adalah hasil dari proses panjang yang harus dilalui dengan konsistensi dan kesungguhan. Proses ini membutuhkan fondasi kuat, ketekunan dalam pembelajaran, serta kesadaran akan nilai-nilai Islam yang membimbing langkah.Berikut adalah tujuh tahapan penting yang bisa menjadi panduan dalam perjalanan membangun karier bermakna, dirangkum dalam akronim I-A-R-C-S-H-P, dan berpijak pada nilai-nilai luhur Islam. 1. Bangun Integritas dan Jaga Reputasi (I) – Integritas: Fondasi KarierSetiap karier yang kokoh dibangun di atas fondasi kejujuran dan kepercayaan. Tanpa integritas, segala pencapaian mudah rapuh dan reputasi bisa hancur dalam sekejap. Integritas bukan hanya tentang tidak berbuat salah, tetapi juga komitmen pada nilai dan keadilan meski tak ada yang mengawasi.Integritas menjamin reputasi pribadi dan institusi tetap terjaga serta membuka jalan bagi kepercayaan dari rekan dan masyarakat luas. Di lingkungan kerja, sikap integritas menciptakan iklim yang sehat dan harmonis, memperkuat kekuatan kolektif organisasi, dan menjadi pembeda di tengah arus pragmatisme.Rasulullah SAW bersabda:“Barang siapa yang tidak memiliki amanah, maka ia tidak memiliki iman.” (HR. Ahmad)Dengan menjadikan integritas sebagai pedoman utama, ASN muda tidak hanya membangun fondasi karier yang kokoh, tetapi juga menunjukkan bahwa kepercayaan publik adalah amanah besar yang harus dirawat—demi nama baik pribadi, lembaga, dan sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT. 2. Terus Belajar dan Beradaptasi (A) – Adaptasi: Kunci PertumbuhanKemampuan beradaptasi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan mutlak. Di dunia kerja yang terus berubah, stagnasi adalah ancaman nyata. ASN muda harus menempatkan belajar sebagai kebiasaan harian, bukan sekadar rutinitas pelatihan.Karier yang bermakna juga menuntut keberanian untuk berubah dan menghadapi hal baru. Adaptasi bukan hanya soal bertahan, tetapi menciptakan cara-cara baru untuk melayani dengan lebih baik. ASN muda yang aktif belajar adalah aset strategis dalam menghadirkan inovasi kebijakan dan pelayanan.Rasulullah SAW bersabda:“Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat.” (HR. Al-Baihaqi)Semangat belajar dan beradaptasi bukan hanya strategi untuk bertahan, tetapi juga jalan menuju kontribusi terbaik. ASN muda adalah agen perubahan—dan perubahan hanya bisa diwujudkan oleh mereka yang haus ilmu dan siap menghadapi zaman dengan pikiran terbuka dan hati yang terus bertumbuh. 3. Jalin Relasi dan Jaga Etika Komunikasi (R) – Relasi: Jembatan KepercayaanHubungan yang sehat adalah jantung dari keberhasilan kolaboratif. ASN muda perlu sadar bahwa membangun jejaring bukan sekadar bertukar kartu nama, tetapi menumbuhkan kepercayaan, empati, dan kesediaan untuk mendengar.Koneksi yang kuat dengan rekan kerja dan pemangku kepentingan lain memungkinkan kolaborasi produktif, memperluas wawasan, dan menciptakan suasana kerja yang kondusif. Komunikasi yang baik menyatukan perbedaan, menghindari konflik, dan mempercepat pencapaian tujuan bersama.Firman Allah:“… dan ucapkanlah perkataan yang mulia (qaulan karīman).” (QS. Al-Isra’: 23)Ketika koneksi dibangun dengan adab dan relasi dijaga dengan ketulusan, maka kekuatan kolektif akan terbentuk. ASN muda yang mampu menjalin komunikasi dengan hati akan menjadi jembatan kolaborasi, bukan tembok pemisah — inilah pondasi pelayanan publik yang efektif dan bermartabat. 4. Bekerja Cerdas, Bukan Hanya Keras (C) – Efektivitas: Menjadi Profesional SejatiBekerja cerdas adalah tentang memilih cara terbaik untuk mencapai hasil terbaik. ASN muda harus belajar membedakan antara sibuk dan produktif, serta menghindari jebakan aktivitas yang tidak bernilai tambah.Manajemen waktu, penggunaan teknologi, dan pendekatan yang sistematis membuat kerja menjadi efisien dan hasilnya lebih signifikan. Kerja cerdas bukan tentang bekerja lebih lama, tapi tentang bekerja lebih tepat dan berdampak.Rasulullah SAW bersabda:“Sesungguhnya Allah mencintai seseorang yang apabila bekerja, ia melakukannya dengan itqan (profesional).” (HR. Baihaqi)ASN yang bekerja dengan cerdas tidak hanya menyelesaikan tugas, tetapi menciptakan nilai dan terobosan. Jadilah pribadi yang berpikir strategis, bertindak efisien, dan menyentuh inti permasalahan—karena kerja cerdas adalah kunci untuk memberikan dampak nyata secara berkelanjutan. 5. Siapkan Masa Depan Sejak Dini (S) – Perencanaan: Investasi KeberlanjutanMasa depan tidak bisa ditebak, tetapi bisa dipersiapkan. ASN muda yang bijak adalah mereka yang menyisihkan waktu hari ini untuk merancang hari esok. Perencanaan bukan hanya soal finansial, tapi juga tentang arah hidup dan kontribusi jangka panjang.Dengan perencanaan yang matang, karier tidak hanya berjalan lurus, tetapi juga memiliki visi dan misi yang kuat. ASN muda perlu mempersiapkan diri menjadi pemimpin, mentor, dan penggerak perubahan—dimulai dengan rencana yang terstruktur sejak awal.Firman Allah:“… dan barang siapa bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya).” (QS. At-Talaq: 3)ASN muda harus mampu merencanakan bukan hanya untuk esok, tetapi untuk masa pensiun dan kehidupan setelahnya. Perencanaan yang matang, dipadukan dengan tawakal, akan menjadikan setiap fase karier sebagai perjalanan penuh kesiapan, arah, dan ketenangan batin. 6. Jaga Kesehatan Fisik dan Mental (H) – Vitalitas: Modal Jangka PanjangSemangat tinggi tidak berarti apa-apa jika tubuh rapuh. Menjaga kesehatan bukan hanya tentang kebugaran fisik, tetapi juga stabilitas emosi dan kejernihan pikiran. Dalam tugas pelayanan publik, stamina adalah modal utama.ASN muda harus menjadikan gaya hidup sehat sebagai bagian dari budaya kerja. Istirahat cukup, pola makan seimbang, dan ruang untuk rehat mental adalah hak sekaligus kewajiban yang tidak boleh diabaikan demi keberlangsungan pengabdian.Rasulullah SAW bersabda:“Ada dua nikmat yang sering dilalaikan banyak orang: kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari)Jangan menunggu tubuh memberi sinyal lelah baru mulai peduli. ASN muda yang ingin memberi manfaat besar harus terlebih dahulu menjaga dirinya—karena karier yang panjang memerlukan energi yang terjaga, mental yang stabil, dan tubuh yang sehat sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat Allah. 7. Nikmati Proses dan Berikan Dampak Positif (P) – Makna: Jiwa dari Semua UsahaKarier bukan hanya tentang hasil akhir. Makna sejati muncul dari bagaimana seseorang hadir dalam proses, menikmati setiap tantangan, dan terus menanamkan niat baik di sepanjang jalan.Ketika ASN muda melihat setiap tugas sebagai bentuk ibadah dan kesempatan memberi manfaat, maka pekerjaan bukan lagi beban—melainkan berkah. Proses yang dinikmati akan menghasilkan jejak kontribusi yang tidak hanya terlihat di laporan, tetapi terasa dalam kehidupan masyarakat.Rasulullah SAW bersabda:“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.” (HR. Ahmad)ASN muda harus menyadari bahwa perjalanan adalah bagian dari pencapaian itu sendiri. Menikmati proses dengan penuh kesadaran dan memberi dampak positif setiap hari akan menjadikan karier bukan sekadar pencapaian duniawi, tapi juga ladang pahala dan sumber kebahagiaan yang sejati. PenutupMembangun karier yang bermakna bukanlah sekadar menapaki tangga jabatan, melainkan tentang bagaimana setiap langkah diwarnai kontribusi, ketulusan, dan tujuan yang lebih besar dari diri sendiri. Ketujuh prinsip yang terangkum dalam akronim I-A-R-C-S-H-P dapat menjadi kompas moral dan profesional bagi ASN muda untuk terus bertumbuh, melayani, dan memberi dampak yang nyata bagi institusi dan masyarakat.Dalam dunia kerja yang terus berubah, memiliki arah yang bermakna akan membuat perjalanan karier lebih dari sekadar rutinitas — ia menjadi wujud integritas, ketangguhan, dan warisan kontribusi yang tak lekang oleh waktu."Success is not measured by what you accomplish, but by the opposition you have encountered, and the courage with which you have maintained the struggle against overwhelming odds."— Orison Swett MardenBiarlah karier bukan hanya tentang menjadi siapa, tapi tentang apa yang telah kita tinggalkan sebagai dampak. Karena pada akhirnya, yang paling diingat bukanlah posisi, tetapi nilai yang kita hidupkan dan warisan manfaat yang kita tinggalkan.

Menumbuhkan Budaya Kerja Unggul: Para Champion Kemenkes Berkunjung ke Japan Foundation

Jakarta, Juli 2025 - Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat budaya kerja unggul di lingkungan Kementerian Kesehatan, Pusat Pengembangan Kompetensi ASN (Kemenkes Corporate University) menginisiasi kegiatan Culture Visit ke The Japan Foundation Jakarta pada tanggal 31 Juli 2025. Kegiatan ini diikuti oleh para Champion Kemenkes, yang merupakan agen perubahan dari berbagai unit kerja seperti Kemenkes Pusat, Rumah Sakit Vertikal,Balai Karantina Kesehatan,  Laboratorium Kesehatan Masyarakat, dan Poltekkes.Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh semangat kolaboratif ini bertujuan untuk memberikan inspirasi praktik budaya kerja Jepang yang terkenal dengan kedisiplinan, etos kerja tinggi, dan semangat kolektif. Culture visit ini menjadi momen penting untuk belajar langsung dari lembaga yang selama ini menjadi jembatan pertukaran pengetahuan dan budaya antara Jepang dan Indonesia.Dalam sambutannya, Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi ASN menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dukungan The Japan Foundation dan menekankan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari penguatan budaya kerja yang berintegritas, profesional, dan kolaboratif. Para Champion diharapkan dapat membawa pulang nilai-nilai positif yang diperoleh dan mengimplementasikannya di lingkungan kerja masing-masing."Para Champion bukan hanya peserta, tetapi role model yang akan menyebarkan praktik kerja positif di unit kerja mereka. Belajar dari budaya kerja Jepang menjadi bekal penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang adaptif, disiplin, dan inovatif," ungkapnya.Selama kunjungan, para peserta mendapatkan paparan dari tim Japan Foundation mengenai nilai-nilai dasar dalam budaya kerja Jepang, termasuk filosofi kaizen (perbaikan berkelanjutan), pentingnya teamwork, dan integritas dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Diskusi interaktif dan kunjungan ke ruang kerja Japan Foundation memperkaya pemahaman para Champion terhadap penerapan budaya kerja yang konsisten dan menyatu dalam keseharian. Kegiatan culture visit ini merupakan bagian dari rangkaian program Konsolidasi Champion yang dirancang untuk memperkuat jejaring antar agen perubahan sekaligus membangun kapasitas kepemimpinan mereka. Ke depan, kegiatan serupa akan terus dikembangkan sebagai bagian dari strategi pembelajaran experiential dan transformasi budaya kerja di Kementerian Kesehatan.#JapanFondation #KemenkesCorpU #BudayaKerja #P2KA 

Pengusulan Pencantuman Gelar Bagi Pegawai Negeri Sipil Periode September 2025

Unduh Surat Edaran