Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Pusat Pengembangan Kompetensi Aparatur (P2KA) telah melaksanakan kegiatan Townhall Budaya Kerja Corporate University (CorpU) pada Hari Kamis tanggal 21 Mei 2026 bertempat di Kampus Kemenkes Corporate University Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Makassar. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka bentuk akselerasi evaluasi Transformasi Internal perubahan budaya kerja sebagai tindak lanjut hasil survey pulse check 2025 di lingkungan Kementerian Kesehatan, selain itu kegiatan ini juga menjadi forum komunikasi strategis yang menyampaikan arahan dan harapan pimpinan terhadap peran Balai Besar Pelatihan Kesehatan Makassar sebagai salah satu kampus Kemenkes Corporate University.
Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, beserta Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Aparatur (P2KA), Dwi Meilani dan diikuti oleh pimpinan serta pegawai BBPK Makassar. Rangkaian acara meliputi kunjungan fasilitas yang ada di BBPK Makassar, pemaparan profil dan program unggulan oleh Kepala BBPK Makassar, penyampaian hasil Snapshot Pulse Check Budaya Kerja oleh Kepala P2KA, serta dialog interaktif antara Sekjen Kunta dan seluruh peserta yang dipandu oleh moderator.
Dalam arahannya, Sekjen Kunta menegaskan bahwa reformasi organisasi harus diiringi dengan perubahan pola pikir dan cara kerja seluruh pegawai. Pengembangan kompetensi ASN melalui pelatihan dan pembelajaran berkelanjutan merupakan investasi jangka panjang dalam membentuk SDM yang profesional, adaptif, dan siap menghadapi tantangan organisasi di masa mendatang.
Sekjen Kunta juga menekankan pentingnya inovasi dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi. Pemanfaatan teknologi informasi diharapkan mampu menciptakan pola kerja yang lebih fleksibel, efektif, dan efisien di setiap unit kerja.
Dalam kesempatan yang sama, turut dibahas pentingnya optimalisasi pengelolaan aset kementerian agar dapat dimanfaatkan secara lebih produktif serta mendukung operasional organisasi secara berkelanjutan. Penguatan koordinasi dan kolaborasi antar unit kerja juga menjadi perhatian utama demi terwujudnya budaya kerja yang sinergis dan berdampak nyata.
“Saya ingin menyampaikan bahwa koordinasi dan kolaborasi itu sangat penting. Sekarang dengan banyaknya Gen Z, budaya kerja harus lebih terbuka dan transparan. BBPK/Bapelkes kita itu ada tujuh dan semuanya mempunyai kelebihan masing-masing. Kita harus berkoordinasi dengan tujuh balai agar saling mengisi. Contohnya perpustakaan. Orang sini bisa akses perpustakaan Ciloto, dan sebaliknya. Dengan ruang yang sama, jumlah bukunya jauh lebih banyak karena kita saling berbagi akses. Hal-hal seperti itu maksud saya, koordinasi dan kolaborasi harus semakin bagus. Terima kasih atas sambutannya dan saya lihat ini sangat semangat, sangat luar biasa," ujar Sekjen Kunta menutup dialog interaktif.
Melalui kegiatan ini, BBPK Makassar berkomitmen untuk terus mendorong implementasi budaya kerja CorpU melalui pengembangan kompetensi ASN, penguatan kolaborasi lintas unit, serta penciptaan lingkungan kerja yang adaptif dan inovatif.