Jakarta, 15 September 2026 - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI secara resmi mengumumkan hasil akhir Program Sandbox Kesehatan periode 2025-2026. Pengumuman ini menandai berakhirnya seluruh rangkaian pengujian, pendampingan, dan pembinaan terhadap inovasi teknologi kesehatan yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung hingga Agustus 2026.
Dari 30 Inovasi Teknologi Kesehatan (ITK) yang mengikuti program, sebanyak 21 inovasi dinyatakan berhasil menyelesaikan seluruh tahapan pengujian dan memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Inovasi tersebut selanjutnya direkomendasikan untuk memperoleh Tanda Daftar ITK Kemenkes RI, sebagai bentuk pengakuan bahwa inovasi telah melalui proses evaluasi terhadap berbagai aspek akses, mutu, perlindungan serta manfaat bagi masyarakat.
Adapun evaluasi terhadap peserta dilakukan melalui tiga skema pengujian utama, yaitu Skema Pengembangan Inovasi (Innovation Sandbox), Skema Perluasan Pemanfaatan Inovasi (Industrial Sandbox), dan Skema Penyusunan Kebijakan Berbasis Inovasi (Regulatory Sandbox). Ketiga skema tersebut dirancang untuk memastikan inovasi dapat dikembangkan dan dimanfaatkan secara bertanggung jawab, dengan mempertimbangkan manfaat sekaligus risiko yang mungkin ditimbulkan.
Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemenkes RI, Eko Sulistijo, menegaskan bahwa pelaksanaan Sandbox Kesehatan merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan perkembangan inovasi teknologi kesehatan berjalan seiring dengan aspek keamanan, mutu, dan perlindungan masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa inovasi yang dihasilkan benar-benar siap memberikan dampak nyata bagi masyarakat dengan risiko yang terkelola dengan baik,” tegas Eko.
Menurut Eko, proses Sandbox Kesehatan tidak hanya menjadi ruang untuk menguji kesiapan teknologi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi pemerintah dan para pengembang inovasi. Melalui proses pengujian dan pendampingan, berbagai temuan di lapangan dapat menjadi masukan untuk memperbaiki inovasi sekaligus memperkuat kebijakan yang mendukung pemanfaatannya.
“Sandbox Kesehatan memberikan ruang bagi inovator untuk menguji dan menyempurnakan inovasinya dalam lingkungan yang terarah, sekaligus memberikan pembelajaran bagi pemerintah dalam melihat kebutuhan pengaturan terhadap teknologi kesehatan yang terus berkembang,” ujar Eko.
Ia menambahkan, keberhasilan 21 inovasi dalam menyelesaikan seluruh tahapan Sandbox Kesehatan menunjukkan bahwa inovasi teknologi kesehatan di Indonesia terus berkembang dan memiliki potensi untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Kami berharap hasil dari proses ini tidak berhenti pada diperolehnya Tanda Daftar ITK, tetapi dapat menjadi momentum bagi para inovator untuk terus meningkatkan kualitas, memperluas manfaat, dan memastikan keberlanjutan inovasinya,” lanjut Eko.
Lolosnya 21 inovasi dalam program ini diharapkan menjadi salah satu indikator kesiapan inovasi teknologi kesehatan untuk dikembangkan dan dimanfaatkan secara lebih luas, sekaligus mendorong terciptanya layanan kesehatan yang semakin aman, bermutu, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, bagi inovasi yang belum memperoleh Tanda Daftar ITK pada periode ini, Kemenkes tetap memberikan kesempatan untuk mengikuti kembali proses Sandbox Kesehatan. Peserta dapat kembali mengajukan keikutsertaan saat program Sandbox Kesehatan dibuka pada periode berikutnya.
Nomor Tanda Daftar ITK dari inovasi yang dinyatakan lolos juga telah dipublikasikan dan dapat diakses melalui laman sandbox.kemkes.go.id. Publikasi ini menjadi bagian dari upaya Kemenkes RI untuk menambah nilai inovasi sekaligus memberikan akses kepada masyarakat dan pemangku kepentingan terhadap hasil pelaksanaan Sandbox Kesehatan.
Seiring dengan berakhirnya rangkaian pengujian peserta Sandbox Kesehatan periode 2025-2026, Kemenkes juga akan melanjutkan penyusunan rekomendasi kebijakan sebagai salah satu keluaran utama dari pelaksanaan Regulatory Sandbox.
“Rekomendasi tersebut disusun berdasarkan kajian terhadap kesenjangan antara risiko dan manfaat inovasi, dengan mempertimbangkan berbagai temuan dan pembelajaran yang diperoleh selama proses pengujian,” ungkap Eko.
Rekomendasi kebijakan tersebut direncanakan terbit pada Oktober 2026 mendatang dan diharapkan dapat menjadi masukan dalam pengembangan kebijakan yang mendukung pemanfaatan inovasi teknologi kesehatan secara aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.
Daftar Peserta Lolos dan Meraih Tanda Daftar ITK Sandbox Kesehatan 2025-2026
Skema Pembentukan Kebijakan Berbasis Inovasi (Regulatory Sandbox):
- AI Claims Document Checking by Paperless Hospital
- Assist
- Aveola
- dkonsul
- Gerak Pro
- Micromeet
- Olin
- Tenang AI
- Toyeight
Skema Perluasan Pemanfaatan Inovasi (Industrial Sandbox):
- Aibiz Medical
Skema Pengambangan Inovasi (Innovation Sandbox):
- Aurelif
- Curalis
- Fellas.ID
- Health BETA
- JagaHealth
- Kibicare
- ONWARD Health Research
- RespiraHub
- SatuSehatConnect
- Serenic.ai
- TemuCita