Jakarta, 29 Juli 2026 - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi-Tim Transformasi dan Digitalisasi Kesehatan (Pusdatin-TTDK) telah selesai melaksanakan sesi penilaian & evaluasi akhir bagi peserta Sandbox Kesehatan untuk skema pengujian Pengembangan Inovasi pada 27-28 Juli 2026.

Penyelenggaraan Sandbox Kesehatan telah dibuka sejak tahun 2025 dan seluruh rangkaiannya ditargetkan berakhir pada September 2026. Adapun skema Pengembangan Inovasi ini secara khusus difokuskan pada Inovasi Teknologi Kesehatan (ITK) yang masih berada pada tahap prototipe.

Melalui sesi ini, Kemenkes RI berharap dapat menaikkan tingkat kesiapan teknologi (technology readiness level) dari inovasi yang dikembangkan para peserta, sehingga solusi yang dihasilkan semakin siap untuk diterapkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Sesi evaluasi ini menilai 11 peserta pengembang ITK yang berhasil menyelesaikan tahap penyusunan proposal dan uji coba (piloting) di bawah pendampingan Pijar Foundation  sebagai implementing partner. Sebelas peserta tersebut terdiri dari Curalis, Jagahealth, RespiraHub, Kibicare, Satusehat Connect, Serenic, Health Beta, Onward, Aurelif, Fellas, dan Temucita.

Proses penilaian melibatkan tiga tim penguji, yaitu Unit Teknis Kemenkes RI yang mengevaluasi kesesuaian solusi masing-masing ITK dengan data dan kebutuhan di lapangan, panel ahli Sandbox Kesehatan yang terdiri atas para profesional di bidang teknologi dan AI, serta Pijar Foundation yang menilai aspek pengembangan bisnis.

Dari proposal yang masuk, tren inovasi yang diusung para peserta tahun ini sangat beragam, dengan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi salah satu tema yang dominan. Beberapa inovasi yang diusulkan antara lain tes genetik yang memberikan rekomendasi gaya hidup berbasis AI, serta teknologi voice-to-text untuk sistem Rekam Medis Elektronik (RME) yang mampu mengubah percakapan antara dokter dan pasien menjadi resume medis secara otomatis.

Penilaian pada sesi akhir dilakukan melalui wawancara dan scoring kuantitatif terhadap tiga aspek utama, yaitu kemampuan integrasi inovasi dengan SATUSEHAT, ketersediaan dan kesiapan inovasi, serta tingkat penerimaan inovasi di masyarakat. ITK yang dinyatakan lolos akan mendapatkan status “Direkomendasikan”, dengan nama dan logo yang selanjutnya ditampilkan dalam direktori di situs Sandbox Kesehatan Kemenkes RI.

“Sesi penilaian akhir ini menjadi bagian dari roadmap pengembangan Sandbox Kesehatan untuk skema Pengembangan Inovasi yang diarahkan untuk memperkuat kolaborasi dengan kementerian, lembaga, dan pemangku kepentingan lainnya.” ujar Rudy Kurniawan, Ketua Tim Kerja Inovasi dan Pembiayaan Kesehatan, Pusdatin Kemenkes RI.

Berbeda dengan penyelenggaraan Sandbox Kesehatan sebelumnya, program pembinaan dan piloting tahun ini dilakukan pada tahapan yang berbeda dalam rangkaian program. Kegiatan evaluasi ini menjadi bagian akhir dari proses pembinaan pada skema Pengembangan Inovasi.

Tentang Sandbox Kesehatan dan Perkembangannya

Sandbox Kesehatan adalah program akselerasi inovasi di sektor kesehatan yang menyediakan rangkaian skema pengujian, pendampingan, dan rekomendasi bagi berbagai solusi kesehatan digital. Program ini lahir dari komitmen Kemenkes RI untuk menjaga keseimbangan antara dorongan lahirnya inovasi dan perlindungan atas akses, mutu, serta keamanan layanan bagi masyarakat.

Telah diadakan sejak 2021, Sandbox Kesehatan tahun ini menghadirkan tiga skema pengujian utama. Selain skema Pengembangan Inovasi, terdapat pula skema Perluasan Pemanfaatan Inovasi serta skema Pengembangan Kebijakan Berbasis Inovasi yang ditujukan untuk ITK dengan tingkat kematangan yang lebih tinggi.

Setelah evaluasi akhir skema Pengembangan Inovasi selesai, tahapan terdekat dari rangkaian Sandbox Kesehatan ini adalah evaluasi akhir untuk pengembang ITK dengan skema Perluasan Pemanfaatan Inovasi yang berlangsung pada 11-12 Agustus 2026 mendatang. 

Berbeda dari skema Pengembangan Inovasi, skema Perluasan Pemanfaatan Inovasi menguji lima pengembang ITK dengan tiga aspek utama penilaian, yaitu kesiapan inovasi dan ketahanan solusi, skalabilitas, dan keberlanjutan untuk memberikan manfaat dalam jangka menengah hingga panjang. 

Sebelumnya, Kemenkes RI juga telah mengadakan sesi evaluasi akhir untuk 9 peserta pengembang ITK skema Pengembangan Kebijakan Berbasis Inovasi. Sesi uji skenario dan live testing pada tanggal 21-22 Juli 2026 tersebut akan menilai aspek aksesibilitas, ketersediaan, penerimaan, serta kualitas inovasi. Seluruh rangkaian pengujian ini akan beriringan dengan proses pembinaan yang dirasakan langsung manfaatnya oleh para peserta.

Melalui Sandbox Kesehatan, Kemenkes RI berharap semakin banyak inovasi kesehatan digital yang aman, bermanfaat, dan terintegrasi dengan SATUSEHAT dapat berkembang hingga siap dimanfaatkan secara luas. Program ini juga diharapkan memperkuat kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong transformasi digital kesehatan yang berkelanjutan di Indonesia.

Artikel ini disiarkan oleh Pusat Data dan Teknologi Informasi - Tim Transformasi Teknologi dan Digitalisasi Kesehatan (Pusdatin-TTDK), Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, WhatsApp chatbot 0811-10-500-567 atau email [email protected].