Kementerian Kesehatan melalui Biro Umum Sekretariat Jenderal terus berupaya memperkuat digitalisasi administrasi dengan menggelar Workshop Pengembangan Aplikasi SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi), Kamis (22/1/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting dan kanal YouTube ini bertujuan untuk memaksimalkan pemanfaatan fitur-fitur terbaru dalam aplikasi tersebut.
Mewakili Kepala Biro Umum, drg. Widyawati, MKM, selaku Arsiparis Ahli Utama, membuka secara resmi workshop tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya adaptasi teknologi dalam kearsipan. Ia menjelaskan bahwa SRIKANDI telah mengalami transformasi signifikan sejak pertama kali diluncurkan.
"Jika pada awal peluncurannya aplikasi SRIKANDI hanya berfokus pada penciptaan arsip seperti surat masuk dan verifikasi surat keluar, kini pada tahun 2025 aplikasi tersebut telah berkembang pesat. SRIKANDI saat ini sudah mampu mengakomodir seluruh siklus pengelolaan arsip dinamis, mulai dari pemberkasan, pemindahan arsip inaktif, pemusnahan, hingga penyerahan arsip statis," ujar Widyawati.
Workshop ini menghadirkan dua narasumber ahli dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), yakni Bapak Sutiana (Arsiparis Ahli Madya) dan Bapak Solihin (Pranata Komputer Ahli Pertama). Keduanya memaparkan materi mengenai Sosialisasi Fitur Aplikasi SRIKANDI V3 serta praktik langsung penerapannya di lapangan.
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi, tercatat sebanyak 1.000 peserta bergabung melalui Zoom Meeting dan lebih dari 800 penonton menyimak melalui siaran langsung YouTube. Para peserta yang terdiri dari Arsiparis, pengelola arsip, dan pengguna SRIKANDI di lingkungan Kemenkes ini juga mendapatkan pembekalan melalui LMS Kementerian Kesehatan dengan bobot sertifikat sebesar 5 JPL.
Melalui pelaksanaan workshop ini, peserta dapat mengimplementasikan pengelolaan arsip dinamis melalui aplikasi SRIKANDI di tempat kerja masing- masing. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan nilai tingkat digitalisasi arsip yang menjadi IKK Kearsipan Kementerian Kesehatan dan salah satu nilai RB Generik.
Mewakili Kepala Biro Umum, drg. Widyawati, MKM, selaku Arsiparis Ahli Utama, membuka secara resmi workshop tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya adaptasi teknologi dalam kearsipan. Ia menjelaskan bahwa SRIKANDI telah mengalami transformasi signifikan sejak pertama kali diluncurkan.
"Jika pada awal peluncurannya aplikasi SRIKANDI hanya berfokus pada penciptaan arsip seperti surat masuk dan verifikasi surat keluar, kini pada tahun 2025 aplikasi tersebut telah berkembang pesat. SRIKANDI saat ini sudah mampu mengakomodir seluruh siklus pengelolaan arsip dinamis, mulai dari pemberkasan, pemindahan arsip inaktif, pemusnahan, hingga penyerahan arsip statis," ujar Widyawati.
Workshop ini menghadirkan dua narasumber ahli dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), yakni Bapak Sutiana (Arsiparis Ahli Madya) dan Bapak Solihin (Pranata Komputer Ahli Pertama). Keduanya memaparkan materi mengenai Sosialisasi Fitur Aplikasi SRIKANDI V3 serta praktik langsung penerapannya di lapangan.
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi, tercatat sebanyak 1.000 peserta bergabung melalui Zoom Meeting dan lebih dari 800 penonton menyimak melalui siaran langsung YouTube. Para peserta yang terdiri dari Arsiparis, pengelola arsip, dan pengguna SRIKANDI di lingkungan Kemenkes ini juga mendapatkan pembekalan melalui LMS Kementerian Kesehatan dengan bobot sertifikat sebesar 5 JPL.
Melalui pelaksanaan workshop ini, peserta dapat mengimplementasikan pengelolaan arsip dinamis melalui aplikasi SRIKANDI di tempat kerja masing- masing. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan nilai tingkat digitalisasi arsip yang menjadi IKK Kearsipan Kementerian Kesehatan dan salah satu nilai RB Generik.