Jakarta, 22 September 2026 – Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, menghadiri kegiatan Townhall Triwulan III Biro Umum Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan yang diselenggarakan di Auditorium Siwabessy, Lantai 2, Gedung Prof. Dr. Sujudi, Kementerian Kesehatan, Selasa (22/9).
Kegiatan ini menjadi forum untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi, menyelaraskan arah kebijakan, serta meningkatkan sinergi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Biro Umum di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan.
Dalam arahannya, Sekjen Kunta mengapresiasi berbagai transformasi dan perbaikan berkelanjutan yang telah dilakukan Biro Umum. Berbagai upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan kinerja organisasi serta mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Kesehatan.
Sekjen Kunta juga menekankan pentingnya menjaga semangat transformasi dan melakukan perbaikan secara terus-menerus. Upaya tersebut perlu menjadi komitmen bersama agar Biro Umum dapat terus berkembang, semakin adaptif terhadap kebutuhan organisasi, serta memberikan dukungan layanan yang semakin baik.
Pelaksanaan townhall ini juga menjadi ruang komunikasi bagi jajaran Biro Umum untuk memperkuat kesamaan pemahaman terhadap arah kebijakan dan prioritas kerja. Melalui komunikasi yang terbuka dan koordinasi yang efektif, setiap unsur organisasi diharapkan dapat berkontribusi secara optimal dalam mencapai tujuan bersama.
Rangkaian kegiatan meliputi pemaparan profil Biro Umum oleh Kepala Biro Umum Dede Mulyadi, arahan Sekretaris Jenderal, serta dialog interaktif dan tanya jawab. Sesi dialog menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dua arah dan memperkuat keterlibatan pegawai dalam mendukung pelaksanaan tugas organisasi.
Kegiatan ini diikuti oleh Project Management Officer Sekretariat Jenderal (PMO Setjen), ketua tim kerja dan pegawai ASN Biro Umum, serta tenaga alih daya yang mendukung operasional Biro Umum.
Melalui Townhall Triwulan III Biro Umum diharapkan dapat terus memperkuat sinergi, menjaga konsistensi transformasi, dan mengembangkan budaya kerja yang berorientasi pada perbaikan berkelanjutan. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung tata kelola organisasi yang semakin efektif dan pelayanan internal yang berkualitas di lingkungan Kementerian Kesehatan.