Kemenkes Tingkatkan Kapasitas TCK-EMT Tipe 2 Indonesia Untuk Sertifikasi WHO

Kemenkes Tingkatkan Kapasitas TCK-EMT Tipe 2 Indonesia Untuk Sertifikasi WHODalam rangka menciptakan sistem ketahanan kesehatan yang kuat dan tangguh dalam melakukan mitigasi, kesiapsiagaan dan respon kesehatan pada penanggulangan bencana, baik di tingkat nasional maupun internasional, Kementerian Kesehatan membentuk Tenaga Cadangan Kesehatan-Emergency Medical Team (TCK-EMT) Tipe 2 Indonesia yang akan tersertifikasi oleh WHO. Pusat Krisis Kesehatan untuk mewujudkan hal tersebut, menyelenggarakan kegiatan Pemberdayaan dan Peningkatan Kapasitas Tenaga Cadangan Kesehatan - Emergency Medical Team (TCK-EMT) Tipe 2 Indonesia dalam Penanggulangan Krisis Kesehatan dan Ketahanan Kesehatan, yang diselenggarakan pada tanggal 17 - 21 Februari 2025 di Kota Bogor.Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Pusat Krisis Kesehatan dan dilanjutkan dengan pemaparan meteri serta diskusi dengan menghadirkan narasumber dari Universitas Pertahanan, BNPB, Pusat Krisis Kesehatan, MDMC, WHO, MER-C, RSCM dan para ahli dibidangnya. Kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kapasitas TCK-EMT Tipe 2 Indonesia dan merupakan salah satu tahapan kegiatan proses sertifikasi WHO dan Global Classification TCK-EMT Tipe 2 Indonesia. Kegiatan ini ditutup dengan Latihan mendirikan tenda rumah sakit lapangan dan simulation exercise (SIMEX). Setelah selesainya kegiatan peningkatan kapasitas ini, anggota TCK-EMT Tipe 2 Indonesia diharapkan dapat memahami tentang:1. Konsep Manajemen Penanggulangan Krisis Kesehatan sesuai dengan Pedoman Nasional Penanggulangan Krisis Kesehatan2. Konsep EMT Tipe 2 sesuai dengan Blue Book EMT WHO Tahun 2021.3. Alur operasionalisasi/mobilisasi (deployment) EMT Tipe 2 mulai dari pra deployment sampai dengan demobilisasi sesuai dengan Blue Book EMT WHO Tahun 2021.4. Standar Pelayanan EMT sesuai dengan Blue Book EMT WHO Tahun 2021.Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dari masing-masing anggota dan menambah kekompakan para anggota TCK-EMT Tipe 2 Indonesia. Pelatihan ini juga merupakan pembekalan dasar bagi setiap anggota untuk proses sertifikasi, sehingga Indonesia dapat menjadi negara nomor ke-11 yang memiliki EMT Tipe 2 yang tersertifikasi oleh WHO.

Kementerian Kesehatan Indonesia Berpartisipasi dalam 6th Regional Collaboration Drill (RCD) ASEAN di Thailand

Thailand, 9 Februari 2025Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengirimkan Tim dari Pusat Krisis Kesehatan untuk turut serta dalam kegiatan 6th Regional Collaboration Drill (RCD) ASEAN yang diselenggarakan di Thailand pada tanggal 9 - 13 Februari 2025. Pusat Krisis Kesehatan mengirimkan 5 orang perwakilan yaitu, dr. Al-Ghazali Samapta, dr. Ellysa, Agus Alber Harefa, Tirta Muhammad Rizki, S.Kep., Ns dan Muhammad Iqbalunnajih, S.Farm. Acara ini merupakan latihan kesiapsiagaan dan respons terhadap bencana serta keadaan darurat kesehatan di kawasan ASEAN. Kegiatan ini melibatkan berbagai negara anggota ASEAN dan juga Negara Jepang guna memperkuat kerja sama dalam menghadapi tantangan kesehatan di regional ASEAN.Tujuan dan Pentingnya RCD ASEANRCD ASEAN bertujuan untuk meningkatkan koordinasi lintas negara dalam penanganan krisis kesehatan akibat bencana alam, wabah penyakit menular, serta situasi darurat lainnya. Latihan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas negara-negara di ASEAN dalam hal Manajemen bencana kesehatan untuk mewujudkan one ASEAN one Respon. Melalui latihan ini, setiap negara diharapkan dapat meningkatkan kapasitas respons, berbagi pengalaman, serta memperkuat jaringan komunikasi dalam situasi darurat khususnya dalam pengoprasian PHEOC (Public Health Emergency Operation Center). Selain itu latihan kali ini juga merupakan ajang peningkatan kapasitas dan koordinasi International Emergency Medical Team (iEMTs) antara negara se ASEAN.Partisipasi Indonesia dalam RCD ke-6Sebagai salah satu peserta aktif, Pusat Krisis Kesehatan mengirimkan delegasi yang berperan dalam berbagai skenario simulasi bencana. Delegasi Indonesia berpartisipasi dalam diskusi teknis, uji coba mekanisme tanggap darurat, serta pemetaan sumber daya yang dapat dioptimalkan dalam penanggulangan krisis kesehatan. Dalam latihan ini, Indonesia mempresentasikan pengalaman dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan, termasuk penanganan pandemi COVID-19, respons terhadap bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami, serta implementasi sistem peringatan dini (early warning system). Manfaat dan Harapan ke DepanKehadiran Kementerian Kesehatan dalam RCD ASEAN ini memberikan manfaat besar dalam meningkatkan kesiapsiagaan nasional dan regional terhadap krisis kesehatan. Melalui kerja sama dengan negara-negara ASEAN, diharapkan dapat terbentuk sistem respons terpadu yang lebih efektif dan efisien.Partisipasi ini juga memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang proaktif dalam pengelolaan krisis kesehatan di kawasan Asia Tenggara. Ke depan, hasil dari latihan ini akan menjadi referensi dalam penyusunan kebijakan dan strategi tanggap darurat yang lebih baik bagi Indonesia maupun negara-negara anggota ASEAN lainnya. Dengan adanya kegiatan ini, Indonesia semakin menunjukkan komitmen dalam memperkuat ketahanan kesehatan regional dan memastikan kesiapan dalam menghadapi tantangan kesehatan di masa depan.