Jakarta, 23 Juli 2026
Bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional 2026, Kementerian Kesehatan RI melalui Biro Komunikasi dan Informasi Publik menggelar kegiatan Bedah Buku Saku "Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) bagi First Aider di Sekolah" Batch 2, bertempat di Ruang Siwabessy, Gedung Prof. Dr. Sujudi, Kementerian Kesehatan RI, Jakarta Selatan. Kegiatan ini diikuti 150 peserta dan undangan perwakilan 17 sekolah jenjang SMP/MTs, SMA se-DKI Jakarta, Dharma Wanita Persatuan (DWP).
Kegiatan ini merupakan batch kedua dari tiga rangkaian bedah buku yang direncanakan Perpustakaan Kemenkes sepanjang 2026, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenkes bertajuk "BKPK Mengajar". Isu kesehatan jiwa remaja diangkat sebagai tema utama, merujuk pada data National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) yang menunjukkan sekitar 1 dari 3 remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental dalam 12 bulan terakhir, serta data Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2025 yang mencatat gejala depresi dan kecemasan pada anak usia sekolah dan remaja hampir 5 kali lebih tinggi dibanding kelompok dewasa dan lansia.
Bekali Siswa dengan Prinsip 3M
Dalam laporannya, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, ST, MKM, menyampaikan kegiatan bedah buku merupakan agenda rutin tahunan Perpustakaan Kemenkes yang bertujuan meningkatkan literasi kesehatan mental remaja, mengenalkan buku saku resmi Kemenkes sebagai rujukan kesehatan jiwa, sekaligus membekali siswa dengan kecakapan praktis P3LP agar mampu menolong diri sendiri maupun teman sebaya yang mengalami luka psikologis.
"Batch kedua ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Dharma Wanita Persatuan, yakni BKPK Mengajar, yang juga bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026," ujar Aji dalam laporannya.
Buku Saku P3LP sendiri mengajarkan tiga prinsip dasar pertolongan psikologis pertama, atau yang dikenal dengan 3M: Memperhatikan (mengenali dan tidak mengabaikan tanda-tanda di sekitar), Mendengar (mendengarkan tanpa menghakimi), dan Menghubungkan (menyalurkan ke bantuan yang tepat). Buku ini dapat diakses secara gratis oleh siapa saja, tidak terbatas untuk peserta yang hadir, melalui repository.kemkes.go.id/book/1321.
Rangkaian Acara Interaktif
Acara dibuka dengan registrasi peserta yang diisi dengan pemeriksaan Heart Rate Variability (HRV), kunjungan ke booth mitra, dan sesi swafoto, sebelum dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars DWP, dan doa bersama.
Dalam sesi keynote speech, Ibu Ida Budi Gunadi Sadikin, Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Kesehatan sekaligus Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan Pusat, membuka sesi secara interaktif dengan mengajak peserta berdialog langsung menanyakan pemahaman para siswa tentang luka psikologis dan pentingnya belajar bersama soal kesehatan jiwa.
Rangkaian acara berlanjut dengan sesi selayang pandang Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) oleh dr. Etik Retno Wiyati, MARS., M.H selaku Sekretaris BKPK, pengumuman dan penyerahan hadiah kepada pemenang lomba poster P3LP sebagai bagian dari peringatan Hari Anak Nasional, serta penampilan hiburan.
Sesi inti diisi oleh psikolog klinis Sulastry Pardede, S.Psi., M.Psi., Psikolog yang membedah isi buku saku P3LP secara mendalam kepada peserta. Salah satu momen yang paling berkesan dalam sesi ini adalah segmen relaksasi dan refleksi, di mana psikolog mengajak peserta merenung melalui monolog reflektif dengan pencahayaan ruangan yang diredupkan dan musik menenangkan sebagai latar yang dirancang untuk menyentuh sisi emosional peserta terkait kesehatan jiwa mereka sendiri.
Acara ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif yang diramaikan doorprize dan spin wheel bagi peserta yang aktif bertanya.
Kolaborasi Lintas Sektor
Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Biro Komunikasi dan Informasi Publik selaku pengelola Perpustakaan Kemenkes, Direktorat Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan, Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, dan Dharma Wanita Persatuan Kementerian Kesehatan didukung oleh sejumlah mitra, di antaranya PT Biofarma, PT Kimia Farma, Bank Negara Indonesia, Bank Mandiri, PT Fujifilm, PT Antares, dan PT Paragon Corp.
Kemenkes berharap kegiatan ini dapat mendorong siswa di sekolah menjadi first aider yang mampu mengenali dan merespons tanda-tanda gangguan kesehatan jiwa pada diri sendiri maupun teman sebaya, sekaligus memperkuat peran sekolah sebagai lingkungan pertama yang responsif terhadap kesehatan mental remaja.
Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.