Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI berhasil memboyong tiga penghargaan bergengsi dalam ajang Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kearsipan 2026. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dalam rangkaian peringatan Hari Kearsipan Nasional ke-55 yang berlangsung di Ruang Noerhadi Magetsari, Gedung C Lantai 2, Kantor ANRI, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Rabu (20/5).

Penganugerahan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi tertinggi atas capaian kinerja, komitmen, dan konsistensi Kemenkes dalam mengelola kearsipan secara nasional. Dalam kesempatan tersebut, Kemenkes yang diwakili oleh Kepala Biro Umum Sekretariat Jenderal, Sjamsul Ariffin, hadir menerima langsung penghargaan dalam tiga kategori utama, yaitu:

  1. Peringkat Pertama Klaster I atas nilai hasil Pengawasan Kearsipan Kategori “AA” (Sangat Memuaskan).

  2. Penghargaan Memori Kolektif Bangsa (MKB) Tahun 2026 untuk “Hortus Medicus sebagai Institusi Pengetahuan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Pertama di Indonesia”.

  3. Penghargaan Simpul Jaringan Terbaik Nasional Tahun 2026.

Peringatan Hari Kearsipan 2026 kali ini mengusung tema “Empowering the Future” (Kearsipan untuk Memberdayakan Masa Depan menuju Indonesia Emas tahun 2045). Tema ini menegaskan filosofi bahwa arsip bukan sekadar rekaman atau memori masa lalu yang pasif, melainkan sebuah sumber daya strategis yang memiliki kekuatan besar untuk membentuk, mengarahkan, dan memberdayakan masa depan bangsa.

Dalam sambutannya pada rapat koordinasi tersebut, Kepala ANRI menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pimpinan Lembaga Kearsipan Daerah (Provinsi/Kabupaten/Kota) serta pimpinan Pencipta Arsip di lingkungan Kementerian dan Lembaga atas dedikasi mereka dalam meningkatkan tata kelola kearsipan.

"Jangan biarkan bahwa arsip itu sesuatu yang sudah selesai dan disimpan di Depo Arsip, tapi kita harus bisa mengekstrak menjadi informasi, data, dan catatan yang penting yang dapat digunakan sebagai ilmu pengetahuan dan sumber pembaharuan di masa mendatang," tegas Kepala ANRI.

Senada dengan hal tersebut, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) yang diwakili oleh Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana, Nanik Murwati, menyampaikan tiga poin krusial yang harus menjadi perhatian bersama dalam pengelolaan arsip modern:

Pertama, pengelolaan arsip saat ini didorong penuh untuk bertransformasi menjadi digital, modern, dan adaptif. Langkah transformasi ini penting agar arsip dapat menjadi dasar yang kuat dan valid dalam perumusan kebijakan serta pengambilan keputusan berbasis bukti (evidence-based policy).

Kedua, tata kelola kearsipan yang baik memegang peran strategis dalam memberdayakan masa depan demi tercapainya target besar Indonesia Emas 2045.

Ketiga, integrasi dan akuntabilitas sistem kearsipan dinilai sebagai kunci utama untuk memberikan pelayanan publik yang berkualitas, transparan, dan terpercaya kepada seluruh lapisan masyarakat.

Capaian gemilang di ajang Rakornas Kearsipan 2026 ini diharapkan menjadi momentum dan pemacu semangat bagi seluruh insan kearsipan di lingkungan Kementerian Kesehatan, khususnya Biro Umum Sekretariat Jenderal selaku pembina kearsipan instansi, untuk terus memodernisasi tata kelola dokumen pemerintahan demi mendukung pelayanan kesehatan yang lebih baik dan akuntabel.