Depok, 6-8 Mei 2026 – Biro Komunikasi dan Informasi Publik menyelenggarakan kegiatan “Penggerakan Cybertroops Kemenkes untuk Program Employee Advocacy dalam Mendukung Program Imunisasi di Indonesia” sebagai langkah merancang penguatan Employee Advocacy (EA) di lingkungan Kementerian Kesehatan. Hal ini dinilai penting untuk mengoptimalkan peran ASN Kemenkes dalam menghadapi hoaks, disinformasi, serta narasi negatif terkait program kesehatan, khususnya imunisasi, di ruang digital.

Kegiatan dibuka dengan laporan ketua panitia, dilanjutkan sambutan dan arahan Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Aji Muhawarman. Dalam arahannya, ia menyampaikan bahwa perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara masyarakat menerima dan mempercayai informasi kesehatan.

“Program Imunisasi Zero-Dose menjadi salah satu prioritas nasional Kementerian Kesehatan dalam upaya menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (P3DI). Tantangannya tidak hanya datang dari aspek teknis medis, namun juga dari disrupsi informasi dan hambatan komunikasi di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, komunikasi publik yang adaptif, cepat, kolaboratif, dan berbasis empati menjadi kunci dalam menghadapi tantangan komunikasi kesehatan di ruang digital.

“Kalau bukan kita yang menyampaikan informasi kesehatan yang benar, lalu siapa lagi? Kalau bukan sekarang kita bergerak bersama, kapan lagi?” tambahnya.

Workshop ini diikuti oleh 82 peserta dari berbagai unit kerja di lingkungan Kementerian Kesehatan, di antaranya Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Biro Umum, P2KA, Direktorat Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas, serta humas di lingkungan unit utama Kemenkes.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan materi dan praktik langsung dari lima narasumber yang berasal dari Direktorat Imunisasi Kemenkes, Direktorat Pengendalian Ruang Digital Kemkomdigi, Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, serta sejumlah pakar media sosial dan komunikasi digital.

Selain mendapatkan pemaparan materi dari para narasumber, peserta mengikuti diskusi, role play, studi kasus, penyampaian hambatan yang dihadapi di lapangan, hingga penyusunan solusi dan komitmen tindak lanjut bersama untuk mendukung komunikasi publik program imunisasi.

Melalui kegiatan ini, Biro Komunikasi dan Informasi Publik berharap terbentuk jejaring Cybertroops dan Employee Advocacy yang lebih terstruktur, kolaboratif, dan berkelanjutan untuk mendukung penyebaran informasi kesehatan berbasis bukti, memperkuat kepercayaan publik terhadap program imunisasi, serta menjaga ruang digital tetap sehat dan informatif.

Kegiatan ini juga menjadi langkah awal penguatan Program Employee Advocacy (EA) di lingkungan Kementerian Kesehatan. Dengan jumlah sekitar 69 ribu ASN yang tersebar di seluruh Indonesia, Kemenkes memiliki potensi besar untuk mengoptimalkan peran pegawai dalam mendukung komunikasi publik pemerintah dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap program kesehatan nasional. (YA)