Pesawaran, 19 Mei 2026 – Kementerian Kesehatan melalui Biro Komunikasi dan Informasi Publik menggelar kegiatan “Komunikasi Kreatif Imunisasi dalam Rangka Eliminasi Zero Dose dan Publikasi Digital oleh Key Opinion Leader (KOL)” di Gedung Serba Guna Kabupaten Pesawaran, Lampung, Selasa (19/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan komunikasi publik untuk meningkatkan cakupan imunisasi sekaligus menekan angka anak zero dose di Indonesia.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Pesawaran, Nanda Indira Bastian, S.E., M.M. bersama jajaran pemerintah daerah, para camat, kepala puskesmas, tenaga kesehatan, kader kesehatan, hingga ratusan ibu dan balita dari berbagai wilayah di Kabupaten Pesawaran.
Dalam sambutannya, Bupati Pesawaran menyampaikan dukungan penuh terhadap penguatan program imunisasi nasional, khususnya untuk menjangkau anak-anak yang belum pernah mendapatkan imunisasi dasar lengkap. "Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran akan pentingnya imunisasi dasar lengkap demi melindungi generasi masa depan anak-anak kita dari berbagai penyakit," ungkap Nanda, Bupati Pesawaran biasa dipanggilnya.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjelaskan bahwa pendekatan komunikasi kreatif dipilih karena tantangan imunisasi saat ini tidak hanya berasal dari aspek layanan kesehatan, tetapi juga dipengaruhi maraknya hoaks dan disinformasi di media sosial. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, masih terdapat sekitar 960 ribu anak berstatus zero dose di Indonesia pada tahun 2025, dengan sekitar 33 ribu anak berada di Provinsi Lampung.
“Keberhasilan program imunisasi tidak cukup hanya dengan layanan kesehatan yang baik, tetapi juga membutuhkan dukungan komunikasi yang kuat, persuasif, dan dekat dengan masyarakat. Karena itu kami melibatkan para influencer dan KOL agar pesan imunisasi dapat menjangkau lebih banyak orang melalui media digital,” ujar Aji Muhawarman, ST, MKM, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes.
Kegiatan komunikasi ini turut menghadirkan sejumlah influencer/Key Opinion Leader (KOL) dari Jakarta maupun Lampung untuk membantu mengamplifikasi pesan positif terkait imunisasi di berbagai platform media sosial. Para KOL seperti dr. Ikhsannuddin Qothi, Natalia Aysien, dll diajak untuk memberikan pencerahan melalui konten edukatif kreatif guna memberikan informasi yang sederhana dan jelas, serta meluruskan berbagai misinformasi yang masih beredar di masyarakat, seperti isu autisme akibat vaksin, kehalalan vaksin, hingga anggapan bahwa imunisasi tidak diperlukan.
Selain talkshow edukatif bertajuk “SEKILAS” (Sinergi dan Edukasi: Kejar Imunisasi Lengkap Anak Sehat), masyarakat juga diajak mengikuti berbagai layanan dan aktivitas interaktif, mulai dari pelayanan imunisasi langsung oleh puskesmas, zona edukasi tumbuh kembang anak, zona laktasi, hingga hiburan edukatif untuk keluarga.
Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi ibu dan balita yang hadir untuk memperoleh layanan imunisasi sekaligus mendapatkan edukasi kesehatan secara langsung. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi dasar lengkap serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menekan angka zero dose di Kabupaten Pesawaran dan Provinsi Lampung.
Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa upaya eliminasi zero dose membutuhkan dukungan bersama dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, media, hingga para pegiat digital agar informasi yang benar tentang imunisasi dapat tersebar luas dan diterima masyarakat dengan baik.
“Melalui kolaborasi ini, kami berharap tidak ada lagi anak yang tertinggal dari hak mendapatkan imunisasi. Anak sehat adalah fondasi Indonesia yang lebih kuat di masa depan,” tutup Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes. (DH)