Jakarta, 23 Juli 2026 

Dari ribuan cara remaja mengekspresikan diri, 125 diantaranya memilih menggambarkannya lewat poster. Bukan poster biasa tapi karya yang bicara soal kecemasan, kesepian, dan cara saling menjaga. Selama sepuluh hari, mulai 5–15 Juli 2026, pelajar SMP dan SMA se-Jabodetabek berlomba mengangkat tema "Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP)" lewat medium visual menghasilkan 65 karya dari jenjang SMP dan 60 karya dari jenjang SMA.

Puncaknya terjadi pada 23 Juli 2026, saat para pemenang menerima penghargaan langsung di tengah rangkaian acara Bedah Buku Saku P3LP Batch 2, di Ruang Siwabessy, Gedung Prof. Dr. Sujudi, Kementerian Kesehatan RI bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional.

Lima Pasang Mata yang Menyaring 125 Karya

Menilai isu sesensitif kesehatan jiwa bukan perkara mudah. Kementerian Kesehatan menghadirkan tim juri yang berasal dari lintas keahlian dari psikolog klinis, ahli kesehatan masyarakat, hingga desainer komunikasi visual untuk memastikan setiap poster dinilai bukan cuma dari sisi estetika. Selama lima hari, 16–20 Juli 2026, ada 5 juri menyaring 125 karya hingga tersisa enam nama terbaik hasil penilaian yang dituangkan dalam Berita Acara resmi pada 20 Juli, lalu diumumkan ke publik dua hari setelahnya.

Ketika Remaja Jadi "Payung" untuk Temannya Sendiri

Yang membuat lomba ini terasa berbeda bukan cuma soal siapa yang menang, tapi bagaimana remaja-remaja ini memahami sesuatu yang bahkan orang dewasa kadang kesulitan membicarakannya.

Juara I kategori SMP, Fadya Syakira Annida, menuangkan idenya lewat ilustrasi bertema hijau, warna yang sengaja dipilih untuk merepresentasikan kesejukan dan pertumbuhan menggambarkan bantuan sederhana yang bisa diberikan siapa saja kepada teman yang sedang menahan tekanan emosional. Di posisi kedua, Dinda Fayza Kinanti membuat visual edukatif tentang tanda-tanda teman yang sedang berjuang secara psikologis, sementara Fikri Maulana Anwar di posisi ketiga menyampaikan pesan yang sederhana tapi menohok: luka psikologis bisa dialami siapa saja, dan mengakuinya adalah awal dari proses pulih.

Di kategori SMA, poster Juara I dari Erynda Naura Anshori membawa metafora yang puitis, hujan yang turun diam-diam di dalam kepala seseorang, dan bagaimana kita bisa menjadi "payung" yang memberi ruang untuk bertahan. Azkia Rizki Amalia, Juara II, memperkenalkan konsep FASTER (First Aider Siap Tanggap, Empati, dan Responsif) lewat ilustrasi remaja yang merangkul temannya di berbagai situasi sulit. Sementara Alisa Putri Hasanah di posisi ketiga menggambarkan labirin sebagai simbol pikiran yang dipenuhi cemas dan kesepian dengan potongan puzzle yang melambangkan langkah-langkah kecil menuju bantuan yang tepat.

Lebih dari Sekadar Kompetisi

Lomba poster ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Bedah Buku Saku P3LP Batch 2 bukti bahwa isu kesehatan jiwa remaja tidak hanya bisa disampaikan lewat seminar atau buku, tapi juga lewat karya yang lahir dari tangan mereka sendiri. Di antara puluhan siswa yang hadir mengikuti seremoni penyerahan penghargaan hari itu, enam nama ini membuktikan satu hal, kadang cara terbaik untuk memahami luka yang tak terlihat adalah dengan membiarkan remaja sendiri yang menggambarkannya.

 


Narahubung: Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan RI